27 November 2017 21:37 wib

            Digital Innovation  Longue (DILo) Medan  laksanakan DILo Hackathon Festival selama dua hari, yaitu Jum’at dan Sabtu (24/25 November). 24 Tim start-up turut memeriahkan kompetisi tersebut. Muhammad Akbar selaku Manager DILo menuturkan bahwa DILo Hackathon sebenarnya merupakan ajang kompetisi bagi para developer, “Ajang kompetisi bagi para developer di Indonesia untuk meningkatkan aplikasi-aplikasi terbaik dalam waktu satu malam serentak diseluruh Indonesia,” jelasnya.

             Diantara 24 tim, akan terpilih 10 tim yang masuk ke tahap akhir, dan 10 tim akan dipilih 3 terbaik, salah satunya ialah tim WeKazanan dari FST mahasiswa prodi Ilmu Komputer, yang terdiri dari Adam Falizufa sebagai ketua tim, Muhammad Ridzki, dan Ahmad Fauzi. Tim yang mewakili UIN-SU ini telah berhasil masuk ke 10 besar.

               Dengan  membawakan membuat aplikasi Stangkahan, dimana aplikasi ini merupakan aplikasi yang digunakan sebagai media promosi bagi para nelayan, “Kami bisa mempromosikan ikan yang baru ditangkap oleh nelayan dari aplikasi ini, dan dapat memakmurkan kehidupan nelayan, dengan mempromosikan  ikan segar kepada konsumen,” tutur Ahmad Fauzi.

              Ahmad Fauzi juga mengharapkan untuk dapat mengikuti dan berhasil dikompetisi DILo Hackathon dikemudian hari, “Perasaannya bersyukur karena bisa masuk 10 besar, tapi kami belum puas , jadi kami bakal ngelanjutin aplikasi ini. Dan InsyaAllah kalau ada rezeki kami bakal ikut perlombaan itu lagi,” harapnya. (IsmaHdy)